Sang Pengembara Hitam

Hidup Adalah Ibadah

Karya ku

Back To Allah SWT

just let alone all that has happened
will not close my heart
will not be in my way
to achieve a beautiful dream with Him
where I stand
that's where I'll scatter a smile
wherever I go
that's where I leave a trail of virtue
no longer want to get lost
no longer wanted to be a garbage
no longer want to waste
no longer want to sink
now is his time to rise
now its the time to achieve a dream
now its the time for reaching the future
now its the time to return to Him
initial bitter
initial bitter
early vain
initial insult
but it should be a sweet ending
but it should be a happy ending
but it should end up full of meaning
but it must end in his blessing
no more time wasted
no more time to mislead the soul
there was no time to be silent
no more time to fixate
I shall rise
I have to achieve a happy
I had to stand up
I should be able to be a handy man

Ya Allah ...
Hold me of you
Ya Allah ...
Now I'm back to you
KELAM

Tertindas...Terinjak...Terhina
Itulah Kehidupan Ku Didunia
Hanya Sesaat Ku Rasakan Bahagia
Derita Abadi Yang Ku Terima
Tersisih...Terbuang...Dan Sendiri
Ku Jalani Kehidupan Ini
Penuh Luka Pedih Dan Sakit Hati
Ku Jalani Hidup ini sengan penuh dengki
Menanti ajal tiada kunjung datang
Suarakan isi hati dengan lantang
Hanya Membua ku terbuang
Masa depan ku telah hilang
Jalani kehidupan yang sesat
Tak pernah berpikir untuk tobat
Isi hari-hari dengan maksiat
Akan berhenti bila di akherat
Tersingkir...Terbuang...Terpendam
Jalani Kehidupan penuh dendam
Berbekal masa lalu yang suram
Sudah pasti masa depan akan kelam
Bangsaaattt....!!!!! Aku Ini Manusia....!!!!!
Yang Juga Ingin Rasakan Bahagia
IBU

ibu... 
kau lahirkan aku 
kau besarkan aku 
namun aku tak bisa membalas semuanya 
aku balas semua keiklasan mu dengan duka 
ku ingin pelukmu tapi ku tak bisa 
ku ingin cium kaki tapi ku tak bisa 
kini ku sendiri...
kini ku tanpa mu 
mencoba hidup mandiri 
hanyalah restu mu yang kuharapkan 
ku harap itu masih bisa kudapatkan 
maafkan aku ibu yg lukai hati mu 
dalam kesendirian ku sadar 
apa yang telah ku perbuat... 
detik demi detik ku lalui dengan menyakiti mu 
tak ada senyum ku berikan untuk mu 
entah apa karena ini rasa sakit ku 
yang pernah kau sakiti 
waktu kecil aku tak dapat menilai 
apa sebenernya yg ada dibalik amarah mu 
ku hanya tau kau marah pada ku 
aku besar dengan rasa kesal 
aku tumbuh dengan rasa benci 
hingga akhirnya aku tak sadar... 
bahwa diri mu sayank pada ku 
aku menangis 
masa kecil aku nakal 
masa kecil kau hujani tubuh ku 
dengan tamparan dan pukulan aku..
kau bedakan dengan saudara ku sendiri 
kau berikan aku luka..
tapi kau berikan dia bahagia 
ku tak mengerti arti semua itu 
hingga aku bernafas hingga saat ini 
aku tak pernah merasakan 
apa itu kasih sayank 
rasa cinta dari seorang ibu 
ku tak akan salahkan mu 
ku hanya ingin sebuah jawaban... 
siapa aku ini sebenarnya ibu...
maaf aku lukai mu ibu...
maaf aku kecewakanmu ibu...

 
Restless (Sang Pemberi Cahaya)
-4:16